Thursday, April 21, 2016

Tiga tahun perjalanan cinta ♥



Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta. Lalu, kita bersandar pada kekuatan satu sama lain. Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain. Kita adalah dua orang yang berbagi rahasia untuk menyublimkan diri masing-masing. Saling percaya dan berusaha saling menjaga. Kita adalah dua pemimpi yang kadang-kadang terlalu lelah untuk terus berlari. Namun, kita berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat harus bertengkar. Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.

Kemudian, setiap hari, kita berusaha mengalahkan diri masing-masing.
… dengan sejumlah rasa pengertian dan kesepahaman, dan engkau berbahagia menyayangiku sebagai seorang istri dan aku bersenang hati menghormatimu sebagai seorang suami..

-Fahd (dengan sedikit editan) 🙈❤

................

Bagaimana  bisa  aku lupa ketika suatu waktu kau datang dengan sungguh, meminta ku untuk menjadi istrimu dihadapan ibuku?
Aku payah dalam ingatan, tapi memory tentangmu terus menggantung indah saat itu, berpakaian kemeja putih rapi plus setelan  celana coklat  yang sampai sekarang masih sering kau gunakan, kau duduk di ruang tamu bersebelahan dengan ibuku yang diantarai sebuah meja kecil dengan tatanan cangkir berisi teh hangat ☕ dan beberapa potongan kue.

Aku tak tahu persis susunan kalimatmu saat itu. Aku hanya mengintip di balik kamarku, sambil sesekali mencuri dengar percakapan kalian.  Entah seberapa merah raut wajah ku saat itu,  jelas tak bisa membohongi perasaan bahagia ku. saat kau sesekali tersipu malu menyunggingkan senyum dalam pandanganmu yang senantiasa terjaga, membuatku semakin terpanah 🙈

Sungguh, Sejak hari itu, aku (takut)  jatuh cinta. ❤
Hingga tiba suatu masa, aku duduk manis disampingmu, sesekali mencubiti pipimu sambil cekikikan, bersandar dipundakmu, menertawakan kelakuan kekanakanmu dibalik tubuh semampai yang selalu sulit kujangkau, atau sekedar memijiti tubuh lelahmu sepulang mengais rejeki, sambil bercerita panjang kali lebar tentang kabar anak anakmu dihari itu 😆.

Pernah juga  suatu pagi, kau ajarkan menitipkan rindu PadaNya, dalam doa yang menguatkan jiwa agar aku dan anak anakmu selalu dalam penjagaanNya, atau di  hampir setiap sore kau repotkan aku untuk mengais pahala DAUD dari mu dengan menyiapkan hidangan terbaik untukmu berbuka. Dan tak lupa disetiap malam kau tak pernah lupa menitipkan salam kepada anak anak kita yang lain agar selalu ingat sholat, tidak bermain main dengan ayat ayat Allah... Aaah sayang, kau (selalu saja) buatku jatuh cinta ❤.

Kataku, aku beruntung mendapatkan mu?

Pun sesekali kau pernah buatku kesal 😒., pernah buatku cemberut.

Ingat kisah SALAD BUAH itu kan? Panggilan IQOMAT? KUNCI DOMPET dimana? atau LUPA pesanan bunda?  Atau atau atau...aahh, aku tak mengingatnya.. Dan aku tak mampu mengingatnya, ketulusan hatimu, kesabaranmu menghadapiku, ketawadhu-an mu, dan segala kebaikan tentangmu menutup indra ku untuk mengingat kurangmu. Kau tahu?  ternyata aku tak pernah beruntung mendapatkanmu,  aku justru sangat  BERSYUKUR,  karena mu, aku belajar SEGALA HAL. Dan semua itu akan terus membuatku jatuh cinta ❤

Sayang...

3 tahun pernikahan kita bukan waktu yang singkat untuk membersamai riak kehidupan berumah tangga, tak sedikit airmata yang tumpah, dan tak terhitung bahagia yang IA beri. Malaikat malaikat kecil kita dan tentunya IMAN yang akan selalu ada di hati hati kita. Maafkan atas segala kekurangan istrimu ini,  aku tahu kau bukan malaikat dan Akupun  bukan bidadari, (walau hingga detik ini  aku selalu berusaha untuk menjadi bidadari dunia dan akhiratmu..)

Sungguh, tak ada yang tau rahasia Allah setahun, dua tahun bahkan beberapa tahun pernikahan kita kdepan. Yang aku harap, aku selalu ada disampingmu kapan pun kau butuhkan, mendidik anak anakmu dekat dengan RabbNya, dan suatu hari kita berjalan bersama di surgaNya. ❤

.......

Maafkan bila aku terus mencintaimu,
Tapi bisakah engkau menghentikan badai?
Aku tak bisa
Aku bahkan tak kuasa membendung gemuruh dihatiku sendiri
Aku ingin bersamamu,
Selamanya....

........
Bunda, 21/4/16
Menanti sepertiga malam ❤

Thursday, April 7, 2016

Bidadari tercantik di Surga ❤

Bismillahirrahmanirrahiim ❤ 

Sepenggal kisah seorang yang aku cita citakan menjadi bidadari tercantik di surga.. 

Dua tahun yang lalu, kami (ayah dan bundamu) sangat menanti kedatanganmu nak. Bahagia bercampur haru menyelami setiap detik nafas kami ketika wujud mu lahir ke dunia. Barakallah, sekian banyak ucapan, ratusan hadiah dan tak terhitung doa menghiasi hari hari mu,  hari hari kita ❤ 

Ada jua sebait harapan yang tercipta, kelak suatu saat engkaulah yang akan mengenakan kepada kami jubah kemuliaan di hari akhir. Itulah mengapa kami menamai mu AISYAH HAFIZA... 

Kau tahu nak, betapa bahagianya kami semenjak kehadiranmu? Selalu ada tawa yang menggelitik, tak henti tingkah lucu yang menggemaskan, paras ayu yang selalu dikenang, bahkan tangis mu pun menjadi obat rindu paling mujarab ❤

Saking kami tidak ingin melewatkan 1 momen pun bersama mu nak, ayahmu selalu punya cara untuk merekam segala aktifitas lucumu, bunda kebagian menikmatinya saja. Sayang rasanya jika dilewatkan... Kamu terlalu INDAH untuk dilewatkan sedetik pun. 

Bunda masih ingat saat pertama kali, matamu sudah mantap kau gunakan untuk melihat indahnya dunia, saat tubuh mu mulai bisa kau gerakkan untuk tengurap, saat pertama kali kau memcoba untuk duduk dan merangkak, bahkan ketika kau mulai berdiri dan mencoba untuk berjalan selangkah demi selangkah, bunda masih ingat dengan jelas dan detail semuanya...

Ketika di usia 10 bulan kau sudah berhasil memanggil a-yah, melafalkan siapa nama Tuhan Mu, dan mulai belajar menyebutkan Nabi Mu Rasulullah Muhammad SAW ❤ 

Ayah dan bunda mana yang tak bahagia nak? 😊😭

Hadirmu membuat kami tak berhenti bersyukur, mungkin suatu saat engkaulah yang akan memandu kami meniti jalan ke surga yang didalamnya mengalir sungai sungai indah, tak habis buah buahan tersedia, yang didalamnya akan ada kehidupan bahagia kekal sesungguhnya.  

Dan hari ini, usia mu tepat 2 tahun ❤ 
And you are growing up too fast 😢.  Bersama hafalanmu nak, bersama keceriaanmu, semoga Engkau bisa banyak memberi manfaat untuk umat.

Dan, surga semakin dekat Nak, jatah hidup mu dan jatah hidup kami ayah bunda mu semakin menipis. Yang kami harap, hanyalah untaian doamu yang akan terus mengalir untuk kami seperti doa doa kami yang tak henti mengalir untuk mu nak, agar kelak di hari akhir kita bertemu kembali,  di surgaNya, bersama para bidadari. 

Dan engkau? Adalah bidadari tercantik diantaranya 😘❤







-Blog Of Friendship-

Photobucket

Followers