Wednesday, April 17, 2013

Romantic Intelligence


Bismillah,
Beberapa hari ditinggal suami, membuat semangat menulisku semakin menggelora, iah..ini semacam garis sejajar yang senantiasa sebanding, antara RINDU dan NULIS. Lahh, jauh amat mutarnya yah :p padahal hanya ingin bilang kalo ada semacam rindu yang membuncah, yang menuntut hati menggerakkan jari mengetikkan untaian kalimat-kalimat ini sebagai pertanda rindu akan sosoknya yang baru saja meninggalkan ku untuk urusan kerjaan selama 3 hari..
(wuuuahhh..baru juga 3 hari.. :p)
Maklumlah, wong kita baru merasakan yang namanya pacaran, jadi gini deh, ditinggal sehari aja berasa setahun :D
*suamikuuu…pulanglah*

Ok. Back to the point.
Well, sebenarnya untuk tulisan kali ini, aku ingin menuliskan segelumit tentang ROMANTIC INTELLIGENCE. Bingung yah?! Gak mungkin.. ! yang kenal “CINTA” pasti ngerti, hayoo ngaku?!
Kosa kata ini sebenarnya unik saja menurutku, aku menemukannya dalam judul sebuah tulisan di sebuah buku hadiah pernikahanku dari seorang adik cantik pemilik lapak ini à a2ilicha.blogspot.com :’)
(makasih yah dik… J)

Lalu, apa sih romantic intelligence itu? Masih sodaraan yah sama artificial intelligence? Ato masih sepupuan? Hihi.. gak lah..jauh amat malah..! PAM nya aja yang sama. Arti sesungguhnya sangatlah jauh berbeda.

Romantic Intelligence atau yang kita kenal dalam bahasa Jermannya “Kecerdasan Romantis”  bukanlah kecerdasan buatan yang sering dicipta oleh pakar pembuat robot atau penemu teknologi lainnya. Romantic Intelligence sesungguhnya adalah kecerdasan murni fitrah manusia yang dititipkan Allah kepada semua makhluknya.  Yap tidak hanya manusia, menurutku hewan juga memilikinya.  Sebut saja si PEACOOK alias Burung Merak, para  pejantan biasanya mengibaskan sayap dibelakang tubuhnya dan membuat motif seindah mungkin untuk  mendapatkan hati sang betina. Atau si lumba-lumba yang menggunakan suara khasnya untuk menarik hati calon pasangannya. Dan lain sebagainya. Hewan saja yang gak dikasi otak sama Allah bisa seromantis itu, apalagi manusia, bener gak?

Yah, emang pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makluk yang penyayang. Manusia adalah makhluk social, homo humini lupus, dan tidak akan dapat bertahan hidup tanpa bantuan manusia lainnya. Dengan interaksi dan rasa saling membutuhkan itulah yang membuat  disadari ataupun tidak , tumbuh rasa kasih sayang dalam diri tiap manusia. Anugrah otak dan perasaan menjadikan manusia sebagai makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Rite? :’)

Lanjutt…

Ke-ROMANTIS-an sering kali di bahasa-kan lain oleh tiap individu. Even dalam aplikasinya tiap orang memiliki cara yang berbeda, dan inilah yang terkadang sulit dibedakan antara ROMANTIS atau TIDAK ROMANTIS. Mengapa bisa seperti itu? Karena IQ Romantic Intelligence tiap orang yang berbeda. Bahkan mungkin ada diantara kita yang gak sadar sama skali akan adanya potensi Romantic Intelligence ini dalam diri-diri kita. Bukan gak sadar sih, tapi bahasa halusnya ‘TERPENDAM’ *nah loh ! :D
Yap, potensi terpendam inilah yang perlu dilatih dan di asah terus menerus. Karena tiap orang berbeda, so, just be YOU ! :’)

Lalu, bagaimana kita mendeteksi romantic intelligence yang ada dalam diri kita?
Tanyakanlah pada setiap pasangan Anda ! Buat yang belum punya pasangan, boleh boleh saja mendeteksinya dengan menanyakan pada orang-orang terdekat disekitar kita. Karena ROMANTIS gak hanya buat suami/istri bukan? Saudara, ibu, bapak, keluarga, teman, sahabat..
Salah seorang keluarga, yang mungkin juga salah satu diantara kita, terkadang belum ditanya saja sudah nyeletuk. “Suami / Istri saya gak ada romantis-romantisnya sama sekali, biasa aja, datar !”
Kalo ada yang seperti ini, yuk mari buka hati, jangan sampai JUDGE kita terhadap pasangan kita terlalu dini. Karena biasanya orang-orang yang seperti ini yang selalu punya kejutan di luar ke-TIDAK ROMANTIS-annya yang TAK NAMPAK tadi untuk menunjukkan ke-ROMANTISAN sesungguhnya (versinya) :’)

Atau, ada yang terang-terangan romantisnya? Ngasih bunga, coklat, ngajak jalan ke pantai, kirim puisi cinta dan lain sebagianya. Is that, YOU? Atau pernah ngalamin hal serupa? Banyak sih sepertinya, dan lucunya hal ini justru banyak terjadi pada mereka yang sedang tidak terpaut dalam sebuah ikatan penikahan alias belum HALAL, sedang setelah HALAL, IQ Romantic Intelligence nya malah  semakin menurun, semakin tempramen, koro-koroang (baca: marah-marah) dan bahkan sampai mencapai titik terendah KDRT , Naudzubillah min dzalik, deh ! -.-‘

Well harapan kita bersama ROMANTIC INTELLIGENCE itu akan selalu ada dalam diri-diri kita, hati-hati kita, tak berkurang kadarnya, namun semakin bertambah bertambah dan bertambah kuatnya apalagi buat yang sudah menikah J *ohook nusuk diri sendiri :p



Jujur, semenjak udah nikah, adrenalin ku semakin tertantang untuk menciptakan hal-hal baru dan kreatifitas2 baru untuk meng-cover and showing my romantic intelligence. Gak mau kalah dong  sama suami yang ROMANTIS nya minta ampun dan gak kehitung udah beberapa kali aku dibuatnya nyengar-nyengir, senyam senyum gak jelas sepanjang hari bahkan sampe nangis terharu karena keromantisannya.

Ini , ada bebarapa screen capture yang sempat aku abadikan :’D, Selebihnya selain dalam bentuk kata, perbuatan bahkan body language nya aja udah nunjukin HOW ROMANTIC HE IS ! udah gak sanggup lagi kutuliskan dalam bentuk status FB, ato sekedar ngetwit..kebanyakan sih. Heheh :p 













Dan itulah suamiku dengan segala ke ROMANTIC INTELLIGENCE-an nya and that’s why I really miss him so much #curhat :’)

sedang aku? Bagaimana dengan IQ Romantic Intelligence  ku sendiri? Hhi.. malu ah. (/.\)
Biar saja rumput yang bergoyang yang menjadi saksi, malaikat yang mencatat dan Allah yang melihat. *wualllah :D

Because everyone is different, so, gak usah minder dibilang gak romantis, toh semua orang punya fitrah itu kok. Cuma cara nya aja yang berbeda. J

Sebagai penutup, yuk menuai pahala dengan Romantic Intelligence kita masing-masing untuk menciptakan KDRT sesungguhnya (KEMESRAAN DALAM RUMAH TANGGA), ke orang yang tepat tentunya, selamat berkreasi !!! :’)

-Nay-
Bumi Allah, Bola Aju
Diselesaikan 16 April 2013 bersama segelas susu coklat dan sepiring pisang goreng *antara lapar dan rindu* :’)

Monday, April 15, 2013

When the Story Begins…



Lima bulan yang lalu..

Aku tak tahu harus memulai dari mana, walaupun sesungguhnya aku sudah menuliskannya di sini --> (www.naysyafaat.com) (/.\) Aku tak penah lupa bagaimana pertama kali aku bertemu dengan sosok yang menjadi teman tidurku saat ini, iyah, aku sangat ingat pertama kali kami bertemu, bukan pada saat pertama kali mata kami saling bertatapan, bukan juga pada saat pertama kali aku melihat sosoknya yang tinggi besar dan dia melihat sosokku yang imut-imut manis ini |_o). Pertama kali aku bertemu dengannya tepatnya Lima Bulan Yang Lalu , bulan November 2012 dalam dunia maya. Seorang yang baik budi pekerti dan akhlaknya mempertemukan kami yang sebelumnya tak pernah bertemu sama sekali. Jujur, aku sangaaat tidaaaaaak mengenalnya. Ia dimana, aku dimana, ia siapa dan aku siapa, ia seperti apa dan aku seperti apa adalah deretan pertanyaan yang harus kucari sesegera mungkin jawabannya. Sosok yang kuanggap seorang kakak shalihah ternyata sedari beberapa bulan sebelumnya tlah men-jodoh-jodoh-kan ku dengannya. Katanya kami cocok. Itu saja. Hahah… it’s so simple answer yang akan menimbulkan banyak sekali pertanyaan dikepala…ohh..kakakku sayang, aku mencintaimu karena Allah :*

Singkat cerita, email biodata suamiku, pertama kali masuk di inbox emailku pada tanggal 12 November 2012. Aduhaii lihatlah bagaimana ekspresi dan perasaanku pada saat petama kali bertatapan dengan laptop saat itu (cek this out again à naysyafaat.com/kisahkami) . Sangat tak tak bisa dideskripsikan (-.-“), keringat dingin bercucuran deras, dan butuh waktu nyaris stengah jam aku didepan siorens lappy ku sebelum menekan tombol click pada email yang bersangkutan. Dan walhasil, setelah menerawang keseluruhan isi email tersebut, keringat dinginku semakin menjadi… Who’s him? Ooh Yaa Rabb, aku tak mengenalnya ! dan kenapa mataku pertama kali tertuju pada kalimat :

Tinggi/Berat badan : (disensor atas dasar privasi. Xixi :p *pembenaran*)

That’s just intermeso, walaupun pada kenyataannya memang benar. Hahah.. aku kalah jauh tingginya. Apalagi beratnya. Hhi (maaf yah suamiku sayang :p). Dan tidak Cuma itu saja, Latar belakang kami benar-benar bagai langit dan bumi. Background aku dari Teknik, dia dari Kedokteran Gigi. Dia pecinta alam yang sangat sering naik gunung, sedang aku anak rumahan yang gak boleh pulang malam dan nginap diluar. Aku saudara perempuan satu-satunya, dia saudara laki-laki satu-satunya. Dan masih banyak lagi perbedaan diantara kami berdua, nah ! pertanyaannya, lalu mengapa  kami bisa saling mencinta? *ouuuuhh*  (/.\)

Ada dua pilihan ketika bertemu cinta
Jatuh cinta dan bangun cinta
Padamu, aku memilih yang kedua
Agar cinta kita menjadi istana

Dan Maha Besar Allah atas segala kuasanya, pertemuan pertama aku dan suamiku di dunia maya yang tak ia ketahui  kala itu membawa kami melanjutkan prosesi ta’aruf kami. Tentunya disepanjang istikharah dan doa restu keluarga. :’)

Setelah pertemuan pertamaku dengannya di dunia maya menuai respon positif, barulah kami dipertemukan di dunia sesungguhnya. Aku memang bukan makhluk planet luar angkasa, tetapi waktu itu 5 desember 2012, ragaku sangat ingin terbang ke luar angkasa. Aku tak sanggup bertemu dengan jodohku untuk pertama kalinya. Rasanyaa hmmf, coba saja tanyakan  ke kakak yang menjodoh-jodoh-kanku dengannya? Bagaimana aku mencubit-i tubuhnya sepanjang jalan menemaniku menuju tempat kejadian perkara sore itu. Ooh Uztadzah, maafkan aku.. :p *ketawa jahat :p*

Dan pertemuan pertama ku dengan nya saat itu yang hanya berlangsung kurang lebih 30 menit dirumah seorang uztadzah ternyata belum menjawab seluruh pertanyaan yang berkecamuk di kepalaku. Dan sesi ta’aruf pun terus berlangsung, ada lagi kejadian aneh bin unyu selama proses ta’aruf kami, suatu ketika, aku, ibu dan adikku diajak untuk mengikuti seminar bisnis travel haji umroh yang ia geluti sekarang disebuah hotel di makassar, saat itu suamiku yang menjadi salah satu pembicaranya, entah mengapa saat itu perasaanku rada-rada aneh saja. Dan ternyata benar, keanehan itu terjawab ketika salah seorang maestro, pembicara utama dalam seminar tersebut kemudian, memperkenalkanku ke seluruh hadirin(at) yang hadir di tempat itu. Oalaaahhh..mimpi apa aku semalam. Belum jadi istrinya beneran udah dikenalin ke hampir 100 orang yg ada dalam ruangan itu, gimana klo udah jadi istri yah? Haha...

Dan masih ada banyak skali kejadian Unyu’ lainnya yang terjadi disepanjang perjalanan taaruf kami selama kurang dari dua bulan, hingga akhirnya aku dilamar secara resmi, perjalanan kami begitu mulus, alhamdulillah Allah senantiasa menolong hambanya yang berniat baik dan aku betul-betul di buat takjub dengan rencanaNya yang begitu sempurna, hingga akhirnya tibalah masa itu, 24 februari 2013..



Kini berpadulah dua hati dalam mahligai cinta
Ikatan nan agung sempurna sebagian agama
Allah telah menghalalkanmumenjadi pendamping bagiku
Dan kau pun tlah mengikhlakanku menjadi pendampingmu
-NUANSA : Mahligai Cinta-

Aku dan Suamiku : Kami hari ini

Perkenalkan ! aku seorang istri. Istri dari seorang drg. Muhammad syafaat. Suamiku memanggilku dengan sebutan, ‘Dik’ ,  ‘Sayang’ , ‘Cinta’ dan ‘Cantik’ . Banyak bukan? Ini masih sebahagian saja panggilan cintanya padaku, ada banyak lagi panggilan lainnya yang terkadang membuatku sampai bingung menghafalkannya. (-.-“) dan kelak ketika kami nanti dikaruniai buah hati pertama dari pernikahan kami, aku ingin, dia memanggilku ‘Ummi’ :’)


Kami baru saja menikah, yap kami masih berstatus ‘botting paru’ alias ‘Pengantin baru’ , pernikahan kami baru memasuki usianya yang sebulan lebih beberapa hari. Aku menikah diusia yang masih tergolong cukup muda yaitu 22 tahun, sedangkan suamiku berusia 27 tahun. Banyak yang bilang perbedaan usia kami cukup ideal untuk sepasang suami istri, walaupun menurutku usia tak menjadi tolak ukur kebahagiaan seseorang. *nah, bener nggak?. Yang ajaibnya, ternyata diusia kami yang sekarang pun yang justru diluar sana orang-orang masih banyak yang betah nge-jomblo dan nge-single masih sering terlontar dari mulut kami, “Kalo tau kayak gini, kok baru sekarang yah nikahnya xixi :p” . ternyata emang bener kata Uzt. Salim A Fillah, klo berpacaran setelah nikah itu mantapnya subhanallah banget. Kita mau ngapa2in juga gak papa, toh itung-itungannya PAHALA semua, gak perlu bertakut-takut ria “Ber-GHODUL-BASHAR” bersama suami, gak perlu sungkan pegangan tangan, atau gak ada alasan sama skali untuk malu melingkarkan tangan 360derajat ke pinggang suami ketika dibonceng motor :’).



Back to the topic. Saat ini, aku masih setia dan sungguh menyenangi profesi baruku sebagai IBU Rumah Tangga tentunya sambil menggeluti bisnis baru bersama sang suami tercinta. Rencana melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana sepertinya harus kutunda dulu setahun kedepan, alasannya sederhana, aku telat daftarnya L #curhat. Aku juga tak bekerja, jadi, aktifitasku sehari hari praktis hanya di rumah, melakoni profesi baru ibu rumah tangga dan seorang istri, menemani suami syiar kemana-mana (kalo yang ini paling demen deh, bisa kompakan gitu sama suami,  suami yang jadi pembicara, aku dah MC nya. Mantap kan?), selain itu, tentunya tak lupa sebagahagian waktuku kuhabiskan untuk terus menebar kebaikan dimana-mana, menimba ilmu sebanyak-banyaknya, menjalankan agenda dakwah yang menjadi salah satu visi-misi kami sebelum nikah dan menyalurkan hobi menulisku di waktu senggang. Dan sisanya? aku habiskan buat pacaran dengan suamiku tentunya, hihi :P. Menyenangkan sekali bukan?
           
Dan kuperkenalkan suamiku, Aku lebih sering memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’ dan ‘cinta’ jika bercerita pada orang, aku  menyebutnya ‘abangku’, ‘kandaku’, ‘pacarku’. Tapi aku tetap berharap setahun kemudian InsyaAllah aku telah memanggilnya dengan sebutan spesial ‘Abi’.  Seorang pemuda romantis yang kini tlah berstatus suami seorang Nur Awaliah Yusran.

Suamiku sosok pria yang sederhana. Tapi ia betul betul luar biasa. seorang dokter gigi yang kini sedang merintis klinik bersama teman-teman di makassar, pria yang paling santun dan penyayang  yang pernah kutemui, makhluk paling GOKIL Seantero jagad raya, pencipta lagu paling handal (apalagi lagu malaysia), SEFT-ER PROFESIONAL, seorang hypnotist dan hypnoterapist yang selalu berhasil membuatku memasuki alam bawah sadar. Profesional LIP-Sing, Pria paaaaaling Romantis, rendah hati dan senang berbagi, Pembelajar dan pembaca akut serta manusia paling POSITIV yang ada di muka bumi ini. Spesialis  ucapan “MAAFKANka’” dan “Terimakasih sayang” . Oh yah satu lagi, suamiku paling suka kalo aku nyeletuk bilang ‘Peraih Reward TERMUDA dan TERCEPAT’ *nah !

Itulah beliau dengan se-abrek keluar-biasaannya. Hari-harinya ia isi dengan bekerja sambil berdakwah, syiar kemana-mana sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang suami.  Jam kerja tak menentu, tapi sibuknya bukan main. That’s a simple life. Ia menikmatinya, akupun seperti itu, toh kami berjuang bersama dan menikmatinya bersama. (Ia kan sayang?)

And that’s we are.  Berkomitmen membentuk tim solid yang diresmikan oleh institusi bernama pernikahan. Kami bahagia menikah karena ternyata menikah itu memang benar-benar menyenangkan. Bukan menakutkan apalagi menyakitkan. Semua yang kami lakukan dilipatgandakan pahalanya, gimana gak senang coba? Bisa dibayangkan bagaimana serunya kami menyempurnakan ‘separuh’ lagi agama kami bersama, menyatukan visi misi kami untuk membangun keluarga Qur’ani,re-manage our  life mapping (tentunya sebelum dan setelah menikah ada perubahan bukan?) and i’m not alone anymore, ada cintaku menemani. Hmmf, Rasanya, sesuatu :’).

Dan sebagai penutup, aku persembahkan sebuah puisi kecil buat yang terkasih suamiku...




Pacaran kita, Meniup Kuncup Cinta...

Bagi mereka yang mengupayakan cinta
Hanya ada iklim hangat dan iklim sejuk
Meski ada goa aurora dan pelangi khatulistiwa

Bagi mereka yang mengupayakan cinta
Setiap musim membagi cindera mata
Kristal salju, kuntum bunga, pasir pantai serasa hangat
Juga payung dan layang-layang

Bagi mereka yang mengupayakan cinta ditiap cuaca
Cerah berbagi harapan, awan bersulam rahmat,
Hujan menyanyi rejeki, badai mengeratkan peluk,
Dan tiba-tiba surga mengetuk pintu rumah

-Bahagianya Merayakan Cinta-

Gimana, tertarik mengikuti jejak kami? nikah yuk :’)

Bumi Allah, Makassar
Yang sedang rindu ditinggal suami :'(
15 April 2013                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

Wednesday, February 6, 2013

Walimatul Ursy

Bismillahirrahmanirrahiim, 

Mohon doa restu sobat :')



undangan hasil kreasi my lovely roommate Cha
Sekiranya, cintaku akhirnya berlabuh pada sang pujaan hati kiriman Allah, Muhammad Syafaat :')
Jika ada yang bertanya, siapa? mengapa? bagaimana? 
Jawabannya disini :)


Semoga bermanfaat dan menginspirasi semua :')

Doakan kami yah :') 
-NaySyafaat-

Tuesday, January 22, 2013

Ibu Hamid..



Bismillahirrahmaniirrahiim,
Apa kabar lapak orangesku? Bahagia kah kau hari ini?

aku punya sedikit cerita haru yang ingin ku bagikan untukmu dan untuk semua pembaca cahaya-pertamaku..tenang aja, ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku tidak akan bercerita panjang dulu tentang menanti kebahagianku. Ia masih dalam kotak oranges yang ku kemas sedemikian rupa, ada saatnya nanti ku bagikan bersama doa-doa yang kupanjatkan :’) *ishhh...apasiih :p

22 januari 2013, hari ini se-pelosok sulawesi selatan memilih, memilih calon pasangan gubernur dan cawagub untuk periode 5 tahun kedepan, semua instansi pemerintahan otomatis diliburkan tak terkecuali aku, ibu dan adik-adikku. *nah loh ! emang udah dari oktoberkan aku liburnya...hahaha.. (Baca : Gak ada kerjaan-alias-pengangguran) mmm... gak juga sih sebenarnya, toh aku masih kerja kok, kerja sama Allah, belum lagi sekarang udah ada usaha baru, dan kerjaan ‘super dadakan dan super menyibukkan’ untuk sebulan kedepan. Huff ! *lap keringat... Nah, trus hubungannya apa? PILKADA dan PEKERJAAN?!!! (-.-“)

Tunggu, sabar yah...

Jadi, jika ditarik kesimpulan, berhubung hari ini libur (liburnya cuma dipake buat nyoblos yang nggak nyampe se-menit) . Aku, dan ibu berencana sekalian silaturrahim ke beberapa tetangga habis nyoblos di TPS depan rumah. Kan udah beberapa bulan ini kita serumah itu, lagi SOK SIBUK (ceilahhh) sampe-sampe ke tetangga pun udah jarang silaturrahim nya. Berhubung ada waktu luang, yah udah dimanfaatkan saja, skalian kan bisa manggil buat hajatan tanggal 24 lusa.. (*INTINYA :p)

Nah, trus cerita harunya di mana??? (nanya tembok :p)

Dari beberapa rumah  yang kami kunjungi, seperti biasanya kan, ibu tuh kalo cerita, uwiiisshh...semangatnya minta ampun menggelora luar biasa..cetaarrr membahana badai, sampe-sampe ibu-ibu yang mendengarkan ceritanya ibu itu ikut senang bahagia luar biasa, mau ngomong juga susah :’) bukan! Bukan susah karena saking bahagianya, mereka ngomongnya susah, karena tiap kali mau ngomong kalah duluan sama ibu (-.-“) *Damai IBUku sayang...hikikiki...

Setiap rumah yang kami kunjungi punya kesannya masing-masing, hingga tibalah kami di rumah salah seorang tetangga yang juga seorang janda seperti ibu (skefo : di lingkungan sekitar rumah itu, ada 3 rumah yang saling berdekatan yang isinya janda semua, salah satunya yah ibu) namanya Ibu Hamid, jujur aku nggak tau nama aslinya siapa, soalnya semua ibu-ibu disini kebiasaan dipanggil dengan nama suaminya. Semisal ibuku yang dipanggil IBU YUSRAN, trus samping rumah IBU MAKMUR, depan rumah IBU RASYID dst... padahal jelas banget kan sapaannya IBU (wanita) ehh kok belakangnya malah nama PRIA (>.<) , it means suatu saat aku juga bakalan dapat panggilan IBU *tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit* (belum LULUS SENSOR :p) huaaaa.... nasib :’)
Oke lanjut yah, jadi ketika kami bertamu di rumah Ibu Hamid ini, suasananya tuh langsung berubah drastis, yang tadinya di rumah-rumah sebelumnya semuanya pada bahagia, tersenyum, tertawa, sumringah, cengengesan, dan kawan-kawan. Ketika memasuki rumah ini, apa yang kemudian terjadi? Tau nggak? Terjadilah pertumpahan air mata (TTTTTT_________TTTTTTT) . What happen tanyaku?? Padahal ibu tuh membuka pembicaraan sama sumringah dan hebohnya ketika membuka topik di rumah-rumah tetangga lainnya. Lalu??

Perasaanku emang sudah nggak karuan sebelum memasuki area ini, aku tahu persis bagaimana karakter Bu Hamid yang begitu lembut dan halus dalam berbicara, yang begitu peka dan sensitif dalam merasa, dan begitu berhati-hati dalam bertindak. That’s why, Ibu yang juga seorang janda ini mudah sekali meneteskan air mata, bahkan untuk kabar gembira yang baru saja ia dengarkan T_T

Ya Allah..sebegitu tulusnya ibu ini, bahkan aku tetangga dekat yang terakhir kali bertemu dengannya pada saat taksiyah hari terakhir meninggalnya alm. Suaminya Pak Hamid dibuatnya tak kuasa menahan air mata :’) . Bu, aku ini bukan anak kandungmu, aku hanya tetangga dekatmu yang jarang sekali bersilaturrahim ke rumahmu, sebegitunya bahagianya kah engkau akan kedatanganku dan ibu ke rumahmu?

Jujur aku tak pernah menyangka respon mu seperti itu, sembari kau tak henti meneteskan air mata dan sesenggukan menatap ibu yang asyik bercerita tentangku. Aku pun tak kuasa menahan linangan air mataku tumpah ruah melihatmu begitu terharu. Sesekali kau timpali percakapan itu dengan kesedihanmu  menjalani hidup seorang diri tanpa seorang suami lagi di sisimu. Membesarkan 4 orang anak yang masih bersekolah. Dalam kisahmu, Tak jarang kau mengakui menyesali kepergian suamimu dengan teriakan, kekecewaan, dan kemarahan pada dirimu sendiri dan pada takdir yang Allah berikan padamu. Padahal jika kau tahu, Allah begitu cinta padamu atas segala kehendakNya.

Bu Hamid, aku mencintaimu karena Allah :’)

Aku belum pernah merasakan bahagianya memiliki tetangga sepertimu. Kau yang rapuh yang selalu takjub dengan ketegaran ibuku membesarkan anak-anaknya selalu tawadhu’ di depan setiap orang, bahasamu yang halus dan tingkahmu yang lemah lembut menjadi perisai mahkota bagi anak-anakmu kelak. Ibu yang baik, kelak kerapuhanmu akan dibalas kekuatan super dahsyat dariNya, tenang saja Bu, ada Allah yang Maha Besar atas segala KekuasaanNya :’)
Aamiiin...

Ibroh dari cerita atas sebenarnya mengingatkanku kembali pada Ibu T________________T .Kau tahu kan bagaimana aku dibesarkan olehnya? (aku tidak akan bercerita disini sebelum lapakku berubah jadi sungai ciliwung atau bundaran HI beberapa hari yang lalu (-.-“!)) aku tak akan seperti ini sekarang jika beliau mungkin rapuh seperti kisah Bu Hamid tadi. That’s why, i’m so grateful and thankful for having her, always...
Dan satu lagi, jika ada ibu yang selalu membuatku bahagia dan kuat sampai sekarang, tentunya itu tak lepas dari kasih sayang alm.ayahku semasa hidupnya. Ia bagaikan kekuatan yang selama ini membayangi kehidupan Ibu, yang membuat ibu terus tegar walau dalam hati mungkin saja ia tak kuasa menahan tangis. Adalah ayah yang menjadi sosok inspiratif yang selalu diceritakan ibu dengan raut wajahnya yang begitu sumringah, yang begitu bangga, yang begitu luar biasa di hadapan orang-orang. “Inilah suamiku, suami yang paling baik, yang tak ada samanya di dunia ini. Ibu, hanya bisa berdoa, semoga kelak anak ibu bisa mendapatkan suami seperti ayah, atau menjadi seorang suami seperti ayah” katanya dengan tulus..

Aah..Ibu :’) *kau lagi lagi membuatku menangis...

Dan ayah, semoga kau tenang disana..
Andai kau tahu, betapa bahagianya anakmu saat ini...:’)


Dalam hening waktu ashar dan deraian airmata
Kamar cantikku
-Nay-


Wednesday, January 16, 2013

....................

Masihkah kau bergeming dalam kerinduan? sungguh aku tidak, itu karena aku menemukanmu :')



Andai angin malam ini mampu mengirimkan surat untukmu disana, akan kukirimkan sejuta rasa kagumku. Kau tahu kan sebait doa itu tak pernah cukup? aku harus berdiri begitu lama di hadapanNya hanya untuk menyampaikan rasa terima kasihku karena telah megirimkan kau, Untukku.

Semoga Allah Senantiasa Menjagamu :')
-Nay-

-Blog Of Friendship-

Photobucket

Followers