Wednesday, June 1, 2016

Menyusui itu BAHAGIA ❤

Bismillah...

Izinkan saya (seorang ibu 2 anak yg keduanya masih menyusui) membagikan sebuah kebahagian sederhana menjadi seorang ibu menyusui ❤

Perkenalkan nama saya Bunda Lia, bunda nya Aisyah 25m dan Al-Fatih 11m. Saya seorang ibu rumah tangga tulen. Kedua anak saya masih menyusui hingga suatu ketika, singkat cerita...

Selepas umroh kemarin 13 mei 2016 , si adek 11bulan enggan menyusu lagi... Jangan kan mau menyusu...nengok pun ogah 😔.  Fix, Fatih mengalami nipple confusion. 😭
Jadilah bundanya uring uringan,  bukan nya prosesi pumping2-an sudah kelar selama kurang lebih 41 hari (30hari sebelum umroh sbg persiapan sebelum ditinggal, 11 hari selama umroh), malah (terpaksa) harus dilanjutkan dirumah sepulang umroh. Sedih 😔? Iyah jelas saja saya sedih...

Ketika umroh, disetiap sholat saya berdoa menitipkan anak anak dalam penjagaan Allah... Karena saya tahu Dia lah sebaik baik penjaga. Saya juga tak lupa memohon agar anak saya khususnya Fatih agar tetap bisa menyusu lagi sepulang saya nanti.

Qadarullah, Allah berkata lain, Tidak sesuai ekspektasi saya, Allah kemudian menguji kesabaran saya.

Saya tahu saya harus kuat, dan tentunya harus ekstra sabar karena saya akan  berhadapan lagi dengan pumping dan kelengkapannya demi memberikan yang terbaik untuk Fatih ✊

Saya harus semangat! Karena saya masih diberi kekuatan untuk melakukannya dengan frekuensi pumping yang tentunya lebih sering dan lebih banyak dari sebelumnya. Ikhtiar saya tidak hanya itu, saya mencoba untuk menghubungi teman teman AIMI,  curhat kesana kemari, grup WA, telegram, Line, semuanya yg bisa saya jangkau demi mendapatkan solusi agar fatih mau menyusu langsung ke saya. Dan alhamdulillah jujur saya banyak terbantu dengan saran teman teman yag tidak sedikit juga yg kemudian membuat saya sempat DOWN dan hampir putus asa.. 😔

Problem terdekat yg paling sering datang justru dari keluarga sendiri. Ibu, menyuruh saya untuk membelikan sufor karena kasian melihat fatih yang jerit jerit ketika kehausan atau bangun tidur padahal saya belum pumping lagi atau persedian asip saya sdh habis. Ada juga yang sarankan untuk carinibu susuan, ada yang bilang untuk menyapih lebih dini. Dan banyak lagi saran saran lainnya.

Satu yang pasti, saya masih kekeuh dengan kekuatan doa dan ikhtiar saya. Saya kemudian dipertemukan dengan salah satu konselor ASI yang kemudian banyak memberi saya masukan yang luar biasa, masuk akal menurut saya, dan saran saran nya pun saya ikuti. Selain beliau, saya punya suami yang siap memfasilitasi istrinya, selalu setia memberi dorongan semangat, doa tak henti dan kekuatan hormon oksitosin yang mengalir disetiap cinta yang ia salurkan lewat setiap kata dan akhlaknya terhadap istri (yang cengeng) seperti saya ini. 😆 Dan saya punya ALLAH atas segala masalah yang saya hadapi 👆❤

Dan finally, saya menemukan satu kata kunci dari bernagai macam solusi yang datang dari segala penjuru, ialah SABAR ❤

Sehari...dua hari...seminggu...dua minggu... Saya berusaha tetap sabar... 
Memasuki minggu ke tiga, ibu saya membeli susu formula, kesabaran saya nyaris punah 😢,  saya masih kuat pumping, hasilnya pun makin banyak dari hari ke hari. Saya hampir putus asa, hampir mogok pumping,  tapi saya ingat kembali wajah bahagia nan polos anak kedua saya Fatih ketika menikmati setiap tetes ASI langsung dari saya... Dan saya trus menikmati dan menyemangati diri untuk terus pumping pumping dan pumping? Hasilnya? selalu ada stok untuk diminum fatih. Alhamdulillah 😊

Memasuki hari ke 29, Biidznillah, air mata saya menetes, jam 3 subuh ketika mata saya baru saja mau tertutup, Fatih membuka mulut dalam kondisi tidur lelap, saya menawarkan dan HAP!  Bahagia sekali rasanya yaa Allah...

Kebahagiaan lain yang saya rasakan hampir persis sama ketika Ijab Kabul telah diucapkan 😍

Indahnya ❤
Mulut saya hampir tak bisa berkata selain mengucap hamdalah.. Dan tak lupa saya membangunkan suami dan adek saya untul menyaksikan langsung kekuasaan Allah 😊

Usai sudah 20 menit, ia kembali terlelap dan saya melanjutkan sujud syukur saya 🎁

Belum selesai bahagia saya, saya ingin menyaksikan Fatih bisa menyusu dalam kondisi sadar. Pagi nya, saya pancing, saya sounding terus menerus, hasilnya? 😔 belum berhasil. Pikoran saya langsung kemana mana...

Mungkin tadi malam fatih hanya mimpi... 
Mungkin karena dia ga sadar... 
Mungkin, mungkin dan mungkin lainnya... 😔 

Saya kembali bingung, saya kembali galau, namun lagi lagi saya mengingat doa doa saya. Saya tidak boleh berhenti sampai disini. Allah masih ada buat saya. Saya terus mencoba hingga esoknya tanpa merangkai kata, tanpa basa basi, Fatih sendirilah yang mencari kebahagiaan nya yang lama tak ia rasakan langsung ❤❤❤ Alhamdulilah 'alaa kulli hal...

Dan mulai detik itu kebahagiaan saya memuncak, buah kesabaran saya dibalas Allah dan saya tidak akan menyia nyiakannya lagi ❤

Terima kasih yaa Allah... Kini saya bisa menyaksikan lansung senyum sumringah Fatihku menikmati kekuasaanMu. Dan kebahagiaan pun mengalir deras dalam setiap aliran darahku, sungguh tak ternilai sungguh tak terbayarkan...

........

Love, 
Dari seorang ibu berjuta bahagia ❤

Thursday, April 21, 2016

Tiga tahun perjalanan cinta ♥



Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta. Lalu, kita bersandar pada kekuatan satu sama lain. Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain. Kita adalah dua orang yang berbagi rahasia untuk menyublimkan diri masing-masing. Saling percaya dan berusaha saling menjaga. Kita adalah dua pemimpi yang kadang-kadang terlalu lelah untuk terus berlari. Namun, kita berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat harus bertengkar. Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.

Kemudian, setiap hari, kita berusaha mengalahkan diri masing-masing.
… dengan sejumlah rasa pengertian dan kesepahaman, dan engkau berbahagia menyayangiku sebagai seorang istri dan aku bersenang hati menghormatimu sebagai seorang suami..

-Fahd (dengan sedikit editan) 🙈❤

................

Bagaimana  bisa  aku lupa ketika suatu waktu kau datang dengan sungguh, meminta ku untuk menjadi istrimu dihadapan ibuku?
Aku payah dalam ingatan, tapi memory tentangmu terus menggantung indah saat itu, berpakaian kemeja putih rapi plus setelan  celana coklat  yang sampai sekarang masih sering kau gunakan, kau duduk di ruang tamu bersebelahan dengan ibuku yang diantarai sebuah meja kecil dengan tatanan cangkir berisi teh hangat ☕ dan beberapa potongan kue.

Aku tak tahu persis susunan kalimatmu saat itu. Aku hanya mengintip di balik kamarku, sambil sesekali mencuri dengar percakapan kalian.  Entah seberapa merah raut wajah ku saat itu,  jelas tak bisa membohongi perasaan bahagia ku. saat kau sesekali tersipu malu menyunggingkan senyum dalam pandanganmu yang senantiasa terjaga, membuatku semakin terpanah 🙈

Sungguh, Sejak hari itu, aku (takut)  jatuh cinta. ❤
Hingga tiba suatu masa, aku duduk manis disampingmu, sesekali mencubiti pipimu sambil cekikikan, bersandar dipundakmu, menertawakan kelakuan kekanakanmu dibalik tubuh semampai yang selalu sulit kujangkau, atau sekedar memijiti tubuh lelahmu sepulang mengais rejeki, sambil bercerita panjang kali lebar tentang kabar anak anakmu dihari itu 😆.

Pernah juga  suatu pagi, kau ajarkan menitipkan rindu PadaNya, dalam doa yang menguatkan jiwa agar aku dan anak anakmu selalu dalam penjagaanNya, atau di  hampir setiap sore kau repotkan aku untuk mengais pahala DAUD dari mu dengan menyiapkan hidangan terbaik untukmu berbuka. Dan tak lupa disetiap malam kau tak pernah lupa menitipkan salam kepada anak anak kita yang lain agar selalu ingat sholat, tidak bermain main dengan ayat ayat Allah... Aaah sayang, kau (selalu saja) buatku jatuh cinta ❤.

Kataku, aku beruntung mendapatkan mu?

Pun sesekali kau pernah buatku kesal 😒., pernah buatku cemberut.

Ingat kisah SALAD BUAH itu kan? Panggilan IQOMAT? KUNCI DOMPET dimana? atau LUPA pesanan bunda?  Atau atau atau...aahh, aku tak mengingatnya.. Dan aku tak mampu mengingatnya, ketulusan hatimu, kesabaranmu menghadapiku, ketawadhu-an mu, dan segala kebaikan tentangmu menutup indra ku untuk mengingat kurangmu. Kau tahu?  ternyata aku tak pernah beruntung mendapatkanmu,  aku justru sangat  BERSYUKUR,  karena mu, aku belajar SEGALA HAL. Dan semua itu akan terus membuatku jatuh cinta ❤

Sayang...

3 tahun pernikahan kita bukan waktu yang singkat untuk membersamai riak kehidupan berumah tangga, tak sedikit airmata yang tumpah, dan tak terhitung bahagia yang IA beri. Malaikat malaikat kecil kita dan tentunya IMAN yang akan selalu ada di hati hati kita. Maafkan atas segala kekurangan istrimu ini,  aku tahu kau bukan malaikat dan Akupun  bukan bidadari, (walau hingga detik ini  aku selalu berusaha untuk menjadi bidadari dunia dan akhiratmu..)

Sungguh, tak ada yang tau rahasia Allah setahun, dua tahun bahkan beberapa tahun pernikahan kita kdepan. Yang aku harap, aku selalu ada disampingmu kapan pun kau butuhkan, mendidik anak anakmu dekat dengan RabbNya, dan suatu hari kita berjalan bersama di surgaNya. ❤

.......

Maafkan bila aku terus mencintaimu,
Tapi bisakah engkau menghentikan badai?
Aku tak bisa
Aku bahkan tak kuasa membendung gemuruh dihatiku sendiri
Aku ingin bersamamu,
Selamanya....

........
Bunda, 21/4/16
Menanti sepertiga malam ❤

Thursday, April 7, 2016

Bidadari tercantik di Surga ❤

Bismillahirrahmanirrahiim ❤ 

Sepenggal kisah seorang yang aku cita citakan menjadi bidadari tercantik di surga.. 

Dua tahun yang lalu, kami (ayah dan bundamu) sangat menanti kedatanganmu nak. Bahagia bercampur haru menyelami setiap detik nafas kami ketika wujud mu lahir ke dunia. Barakallah, sekian banyak ucapan, ratusan hadiah dan tak terhitung doa menghiasi hari hari mu,  hari hari kita ❤ 

Ada jua sebait harapan yang tercipta, kelak suatu saat engkaulah yang akan mengenakan kepada kami jubah kemuliaan di hari akhir. Itulah mengapa kami menamai mu AISYAH HAFIZA... 

Kau tahu nak, betapa bahagianya kami semenjak kehadiranmu? Selalu ada tawa yang menggelitik, tak henti tingkah lucu yang menggemaskan, paras ayu yang selalu dikenang, bahkan tangis mu pun menjadi obat rindu paling mujarab ❤

Saking kami tidak ingin melewatkan 1 momen pun bersama mu nak, ayahmu selalu punya cara untuk merekam segala aktifitas lucumu, bunda kebagian menikmatinya saja. Sayang rasanya jika dilewatkan... Kamu terlalu INDAH untuk dilewatkan sedetik pun. 

Bunda masih ingat saat pertama kali, matamu sudah mantap kau gunakan untuk melihat indahnya dunia, saat tubuh mu mulai bisa kau gerakkan untuk tengurap, saat pertama kali kau memcoba untuk duduk dan merangkak, bahkan ketika kau mulai berdiri dan mencoba untuk berjalan selangkah demi selangkah, bunda masih ingat dengan jelas dan detail semuanya...

Ketika di usia 10 bulan kau sudah berhasil memanggil a-yah, melafalkan siapa nama Tuhan Mu, dan mulai belajar menyebutkan Nabi Mu Rasulullah Muhammad SAW ❤ 

Ayah dan bunda mana yang tak bahagia nak? 😊😭

Hadirmu membuat kami tak berhenti bersyukur, mungkin suatu saat engkaulah yang akan memandu kami meniti jalan ke surga yang didalamnya mengalir sungai sungai indah, tak habis buah buahan tersedia, yang didalamnya akan ada kehidupan bahagia kekal sesungguhnya.  

Dan hari ini, usia mu tepat 2 tahun ❤ 
And you are growing up too fast 😢.  Bersama hafalanmu nak, bersama keceriaanmu, semoga Engkau bisa banyak memberi manfaat untuk umat.

Dan, surga semakin dekat Nak, jatah hidup mu dan jatah hidup kami ayah bunda mu semakin menipis. Yang kami harap, hanyalah untaian doamu yang akan terus mengalir untuk kami seperti doa doa kami yang tak henti mengalir untuk mu nak, agar kelak di hari akhir kita bertemu kembali,  di surgaNya, bersama para bidadari. 

Dan engkau? Adalah bidadari tercantik diantaranya 😘❤







There was an error in this gadget

-Blog Of Friendship-

Photobucket

Followers