Wednesday, December 5, 2012

Ketika Rindu Menyapa...

sumber gambar


Ketika malam menjemput bulan, titik-titik mimpi perlahan menjadi nyata, adalah ia menjemput dengan indah...

Baru saja kulangkahkan kakiku, di kota yang selama ini tak pernah sekalipun kubayangkan untuk ku kunjungi. Tak afdol rasanya,punya cita-cita bisa berjelajah Indonesia, namun provinsi tetangga sendiri terlupakan.

Ada sedikit perasaan yang membuncah, ketika itu, ku ingat lagi bagaimana kemudian senangnya aku ketika tiket sudah di tangan, YES ! the next destination, GORONTALO !! :) 

Kupikir aku kan terbang ke negeri bentor itu sendirian, Allah menyeruak, takdir berkata lain, aku ditemani dengan sosok-sosok bersahaja nan bersahabat, adik-adik luar biasa, dan kakak-kakak penuh tanggung jawab. 

Betapa Ukhuwah itu terjalin dengan merdu, pesonanya yang menaklukkan hati yang mendamba, teriring dalam doa.. 

Tak jua terhenti dalam menaklukkan ilmu, kuhabiskan masa 4 hari ku disana bertemu dengan mereka, mereka yang membawa serta tali cinta, ikatan batin persaudaraan karena Allah. Sejuk dipandang mata, damai menawan hati, andai kalian tahu.. 

Malam pertama yang begitu mengesankan, aku benar- benar jatuh cinta dengan kota ini, jatuh cinta dengan penduduknya..

Awal Desember, kuisi ruhiyah dengan ilmu, motivasi beterbangan, dan sejumlah penglihatan akan rasa syukur yang tak henti mengalir dalam lisan-lisan yang tak terjamah, alhamdulillah 'alaa kulli hal..perjalananku kali ini salah satu perjalanan terbaik sepanjang hidupku. 

Entah ada berapa banyak pelajaran yang bisa kupetik disetiap langkah yang berpijak, tak lupa ku catat dalam memori lain otakku, dan dalam catatan kecil memo si bebek . Satu hal yang tak boleh terlupa. (^^,)

Allah hadir dipersimpangan doa hambaNya, di sujud panjang sepertiga malamnya, di waktu dhuha-nya, dan dalam setiap lantunan ayat suci yang dikumandangan suara-suara halus nan lembut gadis-gadis sholehah...

Malaikat yang menjadi saksi, Allah senantiasa hadir mengijabah doa-doa hambaNya yang beterbangan di sepertiga malam. Aku tak akan pernah lupa, pernah sekamar dengan adik-adik luarbiasa yang bahkan tak pernah absen lail nya, dhuhanya, tilawahnya, amal amal kebaikannya, subhanallah, betapa beruntungnya kelak ia yang akan menggenapkan separuh agama kalian :')

Dalam setiap senyum, kau kumandangkan kebaikan, takjub ! 

Lain hal, aku yang begitu akan apa yang telah dihadapkan kepadaku ternyata benar adanya, sedikit malu, karena aku salah satu peserta yang tertua, tapi tak apalah, Aku percaya Allah mengatur ini semua dengan sempurna. 

Walau begitu, mereka tak pernah segan memperlakukannku bak saudari sendiri, senyum yang terukir bahkan menyiratkan segudang kebaikan yang tak henti berkumandang, tak kenal waktu, mereka yang kusebut saudari baruku dengan ikhlas membawa kami kepada kesenangan yang tak terhingga hingga tiba masa kami harus kembali ke peraduan. Sekali lagi, aku benar-benar Takjub !

Ketika rindu menyapa, ia menyeruak dalam hati, tak ada jawaban, hanya dentingan sederhana, membahana...

Dan malam ini, sehari sudah jejakku di Makassar, ada perihal lain yang datang membuncah namun tak menghilangkan hasrat akan kerinduanku padanya, pada mereka yang telah berhasil meraih hatiku, pada mereka yang menyumbangkan kisah klasik sederhana dalam bingkai indah kehidupanku. 

Jaakillah khoir yaa ukhti... 
Tak ada kata 'lupa' pada kalian yang begitu kucintai karena Allah...



[Tulisan ini, spesial ku hadiahkan untuk saudariku, Ukhti Ani, Ukhti Husnul, Ukhti Arvy, Ukhti Ikee, Ukhti Silva,Ukhti Badriah, Ukhti Ana, Ukhti Asty, Ukhti Nur, Ukhti Entin, Ukhti  Fatiya, Ukhti Lisda, Bu Nitha beserta suami, Sensei Edi, Pak Udin, Pak Aziz, Mba Zakiyah, Mbak Umi, Mbak Riska, dan semua rekan-rekan dari UNHAS, UNG, STIKES NHM, UIN, dll]

Uhibbukifillah, 
-N.a.y-

12 comments:

  1. akhir2 ini postingannya catatan perjalan yah, wa. duh, kapan bisa kabur dr kerjaan. need freshing. T,T

    #lah, curhat. ekeke

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihih..gak juga sih kak :)
      aiish yang curhat :')
      sekali kali refresh pikirn , gak perlu jauh2, jalan2 ke tempat wisata dekat situ aja kak aciii....
      nikmati indahnya karunia Allah...

      Delete
  2. tulisan yg sgt menginspirasi ukhti, jjr slama msk perkuliahan rasa syukur sy sdh pudar, bahkn senyum saja jarang dari hati keluarnya, hanya keterpaksaan keadaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu namanya dah futur :)
      ayoo..jauh jauh dari penyakit itu...
      jangan sampai kita menjadi manusia yang jauh dari Allah dan jauh dari manusia lainnya.

      semangat !!!

      Delete
  3. Subhanallah.. kk, ana jadi tambah rindu....
    beginilah arti cinta yg hakiki,cinta yg tak mengenal waktu dn jarak yang yg memisahkan.. cinta yg bertemu karna Allah dan berpisahpun karena Allah..
    Syukron ya kkQ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. afwan dek..
      tiaa...bener deh, kk jadi rinduu, rindu goreng pisang sambil ngeteh sambil berbincang seputaran da'wah di rumah mu dek :')

      ahhhhhhh..galau deh :(

      Delete
  4. aku ikut senang Awa. Darimanapun mereka berasal, yang pasti karena Allah saling mencintai.

    Laama sekali saya jarang sprti itu. rindu bgd. kamu bikin sedih.

    ReplyDelete
  5. tuing tuingg alangkah bahagianya berpasangan dengan mahkluk ber codename wanita yang rajin sholat malam, tahajud dan baca Qur'an :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wes...alhamdulillah :)
      emang kalo berteman dengan dngan wanita sholh itu menyejukkan hati :)

      Delete
  6. Berbagi Kata Kata Motivasi
    Jangan Pernah Menghitung Kerugian Karena Akan Membuat Kita Malas Untuk Membangun Kembali Usaha Yang Rugi Tersebut. Kerugian Cukup Sebagai Bahan Instropeksi Diri Agar Kita Tidak Jatuh Pada Lubang Yang Sama.moga bermanfaat salam kenal.

    ReplyDelete

There was an error in this gadget

-Blog Of Friendship-

Photobucket

Followers