Wednesday, April 17, 2013

Romantic Intelligence


Bismillah,
Beberapa hari ditinggal suami, membuat semangat menulisku semakin menggelora, iah..ini semacam garis sejajar yang senantiasa sebanding, antara RINDU dan NULIS. Lahh, jauh amat mutarnya yah :p padahal hanya ingin bilang kalo ada semacam rindu yang membuncah, yang menuntut hati menggerakkan jari mengetikkan untaian kalimat-kalimat ini sebagai pertanda rindu akan sosoknya yang baru saja meninggalkan ku untuk urusan kerjaan selama 3 hari..
(wuuuahhh..baru juga 3 hari.. :p)
Maklumlah, wong kita baru merasakan yang namanya pacaran, jadi gini deh, ditinggal sehari aja berasa setahun :D
*suamikuuu…pulanglah*

Ok. Back to the point.
Well, sebenarnya untuk tulisan kali ini, aku ingin menuliskan segelumit tentang ROMANTIC INTELLIGENCE. Bingung yah?! Gak mungkin.. ! yang kenal “CINTA” pasti ngerti, hayoo ngaku?!
Kosa kata ini sebenarnya unik saja menurutku, aku menemukannya dalam judul sebuah tulisan di sebuah buku hadiah pernikahanku dari seorang adik cantik pemilik lapak ini ├á a2ilicha.blogspot.com :’)
(makasih yah dik… J)

Lalu, apa sih romantic intelligence itu? Masih sodaraan yah sama artificial intelligence? Ato masih sepupuan? Hihi.. gak lah..jauh amat malah..! PAM nya aja yang sama. Arti sesungguhnya sangatlah jauh berbeda.

Romantic Intelligence atau yang kita kenal dalam bahasa Jermannya “Kecerdasan Romantis”  bukanlah kecerdasan buatan yang sering dicipta oleh pakar pembuat robot atau penemu teknologi lainnya. Romantic Intelligence sesungguhnya adalah kecerdasan murni fitrah manusia yang dititipkan Allah kepada semua makhluknya.  Yap tidak hanya manusia, menurutku hewan juga memilikinya.  Sebut saja si PEACOOK alias Burung Merak, para  pejantan biasanya mengibaskan sayap dibelakang tubuhnya dan membuat motif seindah mungkin untuk  mendapatkan hati sang betina. Atau si lumba-lumba yang menggunakan suara khasnya untuk menarik hati calon pasangannya. Dan lain sebagainya. Hewan saja yang gak dikasi otak sama Allah bisa seromantis itu, apalagi manusia, bener gak?

Yah, emang pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makluk yang penyayang. Manusia adalah makhluk social, homo humini lupus, dan tidak akan dapat bertahan hidup tanpa bantuan manusia lainnya. Dengan interaksi dan rasa saling membutuhkan itulah yang membuat  disadari ataupun tidak , tumbuh rasa kasih sayang dalam diri tiap manusia. Anugrah otak dan perasaan menjadikan manusia sebagai makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Rite? :’)

Lanjutt…

Ke-ROMANTIS-an sering kali di bahasa-kan lain oleh tiap individu. Even dalam aplikasinya tiap orang memiliki cara yang berbeda, dan inilah yang terkadang sulit dibedakan antara ROMANTIS atau TIDAK ROMANTIS. Mengapa bisa seperti itu? Karena IQ Romantic Intelligence tiap orang yang berbeda. Bahkan mungkin ada diantara kita yang gak sadar sama skali akan adanya potensi Romantic Intelligence ini dalam diri-diri kita. Bukan gak sadar sih, tapi bahasa halusnya ‘TERPENDAM’ *nah loh ! :D
Yap, potensi terpendam inilah yang perlu dilatih dan di asah terus menerus. Karena tiap orang berbeda, so, just be YOU ! :’)

Lalu, bagaimana kita mendeteksi romantic intelligence yang ada dalam diri kita?
Tanyakanlah pada setiap pasangan Anda ! Buat yang belum punya pasangan, boleh boleh saja mendeteksinya dengan menanyakan pada orang-orang terdekat disekitar kita. Karena ROMANTIS gak hanya buat suami/istri bukan? Saudara, ibu, bapak, keluarga, teman, sahabat..
Salah seorang keluarga, yang mungkin juga salah satu diantara kita, terkadang belum ditanya saja sudah nyeletuk. “Suami / Istri saya gak ada romantis-romantisnya sama sekali, biasa aja, datar !”
Kalo ada yang seperti ini, yuk mari buka hati, jangan sampai JUDGE kita terhadap pasangan kita terlalu dini. Karena biasanya orang-orang yang seperti ini yang selalu punya kejutan di luar ke-TIDAK ROMANTIS-annya yang TAK NAMPAK tadi untuk menunjukkan ke-ROMANTISAN sesungguhnya (versinya) :’)

Atau, ada yang terang-terangan romantisnya? Ngasih bunga, coklat, ngajak jalan ke pantai, kirim puisi cinta dan lain sebagianya. Is that, YOU? Atau pernah ngalamin hal serupa? Banyak sih sepertinya, dan lucunya hal ini justru banyak terjadi pada mereka yang sedang tidak terpaut dalam sebuah ikatan penikahan alias belum HALAL, sedang setelah HALAL, IQ Romantic Intelligence nya malah  semakin menurun, semakin tempramen, koro-koroang (baca: marah-marah) dan bahkan sampai mencapai titik terendah KDRT , Naudzubillah min dzalik, deh ! -.-‘

Well harapan kita bersama ROMANTIC INTELLIGENCE itu akan selalu ada dalam diri-diri kita, hati-hati kita, tak berkurang kadarnya, namun semakin bertambah bertambah dan bertambah kuatnya apalagi buat yang sudah menikah J *ohook nusuk diri sendiri :p



Jujur, semenjak udah nikah, adrenalin ku semakin tertantang untuk menciptakan hal-hal baru dan kreatifitas2 baru untuk meng-cover and showing my romantic intelligence. Gak mau kalah dong  sama suami yang ROMANTIS nya minta ampun dan gak kehitung udah beberapa kali aku dibuatnya nyengar-nyengir, senyam senyum gak jelas sepanjang hari bahkan sampe nangis terharu karena keromantisannya.

Ini , ada bebarapa screen capture yang sempat aku abadikan :’D, Selebihnya selain dalam bentuk kata, perbuatan bahkan body language nya aja udah nunjukin HOW ROMANTIC HE IS ! udah gak sanggup lagi kutuliskan dalam bentuk status FB, ato sekedar ngetwit..kebanyakan sih. Heheh :p 













Dan itulah suamiku dengan segala ke ROMANTIC INTELLIGENCE-an nya and that’s why I really miss him so much #curhat :’)

sedang aku? Bagaimana dengan IQ Romantic Intelligence  ku sendiri? Hhi.. malu ah. (/.\)
Biar saja rumput yang bergoyang yang menjadi saksi, malaikat yang mencatat dan Allah yang melihat. *wualllah :D

Because everyone is different, so, gak usah minder dibilang gak romantis, toh semua orang punya fitrah itu kok. Cuma cara nya aja yang berbeda. J

Sebagai penutup, yuk menuai pahala dengan Romantic Intelligence kita masing-masing untuk menciptakan KDRT sesungguhnya (KEMESRAAN DALAM RUMAH TANGGA), ke orang yang tepat tentunya, selamat berkreasi !!! :’)

-Nay-
Bumi Allah, Bola Aju
Diselesaikan 16 April 2013 bersama segelas susu coklat dan sepiring pisang goreng *antara lapar dan rindu* :’)

8 comments:

  1. Bener2 romantis ya suaminya.
    Tinggal mengimbangi aja tuh mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah mbak..disitulah ke-romantic-intelligence-ku dituntut buat lebih kreatif :)

      Delete
  2. warna blog yg skrang lebih bersahabt di mata saya, wa. klo yg dulu kasian, silau boo.

    #sori out of case :))

    ReplyDelete
  3. iyah kak. hehe..
    emang kemaren banyak yang komplain makanya ganti suasana, lebih adem kan? hhe :p

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. hihi...
      wah wah kak...
      #mulai geje :p

      Delete
  5. Kak Awaaa...
    Senyam senyum loh baca tulisan ini.
    Xixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ish.,..masa siih?
      jadi penasaran pengen liat mukanya yang senyam senyum baca tulisan ini :p

      Delete

There was an error in this gadget

-Blog Of Friendship-

Photobucket

Followers