Wednesday, December 28, 2011

Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM)

Jaringan Komunikasi Serat Optik 
Dense Wavelength Division Multiplexing
(DWDM)

PENDAHULUAN

r  Kebutuhan Transmisi Data
Dewasa ini, kebutuhan akan transmisi data dengan kapasitas besar semakin bertambah. Hal ini mengingat berbagai macam layanan telekomunikasi terus tumbuh dan menawarkan berbagai macam keragaman, yang secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah traffic (lalu lintas data). Tak ketinggalan juga kebutuhan untuk layanan jaringan internet semakin meningkat seiring dengan jumlah penggunanya yang juga terus meningkat tajam. Dengan jumlah traffic yang semakin besar serta beragam, maka penyediaan kapasitas jaringan transmisi yang mencukupi akan menjadi suatu kewajiban, utamanya pada sisi jaringan utama (backbone).
Teknologi serat optik (fibre optic), menjadi salah satu pilihan teknologi yang dapat diandalkan sebagai media yang digunakan dalam jaringan transmisi yang dapat menyediakan kapasitas transmisi data dalam jumlah yang sangat besar. Dan dengan demikian, banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi tersebut dengan membuat jaringan utamanya menggunakan kabel optik (kumpulan dari serat optik), baik itu terrestrial (darat) maupun laut.
r  Teknologi Multipleksing Dalam Jaringan Serat Optik
Untuk membangun suatu jaringan transmisi kabel optik yang baru dalam upaya meningkatkan kapasitasnya diperlukan biaya yang tidak sedikit, selain itu waktu dan tenaga yang juga terbatas ikut menyumbangkan kesulitan yang dihadapi dalam peningkatan kapasitas jaringan tersebut. Untuk itu dikembangkan teknologi multipleksing yang dapat menjadi solusi atas masalah tersebut.
Multipleksing adalah suatu teknik untuk menggabungkan sekaligus mengirimkan beberapa sinyal (yang berisi traffic) secara bersama-sama melalui satu saluran(kanal). Tujuan utamanya untuk menghemat penggunaan saluran fisik misalnya kabel, pemancar dan penerima (transceiver), atau kabel optik. Sebagai contoh, satu helai serat optik di dalam kabel optik antara Jakarta-Batam melalui kabel laut dapat digunakan sebagai media untuk menyalurkan jutaan percakapan telepon sekaligus data internet secara bersama-sama melalui teknik multipleksing.
Salah satu jenis teknik multipleksing yang sering digunakan adalah multipleksing frekuensi (frequency division multipleksing). Dalam hal ini, rentang frekuensi yang ada dimanfaatkan dengan cara dibagi-bagi menjadi beberapa kanal atau saluran untuk dilewati traffic. Sebagai contoh rentang frekuensi optikal antara 1530 s/d 1565 nm yang dikenal sebagai band C, dapat dibuat menjadi beberapa kanal. Misalnya antara rentang frekuensi 1543.20 nm sampai dengan 1544.00 nm dapat dibuat 4 kanal frekuensi yaitu 1543.20 nm, 1543.47 nm, 1543.73 nm, dan 1544.00 nm.
Perangkat yang berfungsi untuk menjalankan fungsi multipleksing disebut multiplekser dan perangkat yang berfungsi untuk mengembalikan fungsi multipleksing atau membalik prosesnya disebut sebagai demultiplekser. Umumnya fungsi multipleksing dan demultipleksing dimiliki oleh masing-masing terminal sekaligus.

r  Teknologi WDM
WDM (wavelength division multipleksing) merupakan salah satu jenis multipleksing frekuensi. Multipleksing yang dilakukan adalah dengan membagi-bagi sinyal dalam bentuk cahaya ke dalam beberapa frekuensi tertentu. Masing-masing frekuensi tersebut akan berfungsi nantinya sebagai kanal traffic.

Lihat Selengkapnya dan download disini



No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget

-Blog Of Friendship-

Photobucket

Followers