Wednesday, June 29, 2011

"Love" in Silence

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu, 
*Malam menemaniku dalam selimut kebahagiaan, dilingkupi perasaan cinta, dalam lantunan musik bersama saudari sejawat, dan kemudian terinspirasi, aku selalu kagum dengan tulisan lama CINTA DALAM DIAM, sebaliknya, jemari ini seakan tak mau diam, perlahan mengetikkan kalimat tersebut dalam kotak search engine GOOGLE, dan kutemukan tulisan-tulisan luar biasa ini....."



Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…:D
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, danorang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelakidan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akanmemampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmuisteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasatenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tandabagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk matamaka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…
” Wahai kaum pemuda,siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untukmenikah,maka menikahlah,sesungguhnya menikah itu memelihara mata,danmemelihara kemaluan,maka bila diantara kamu belum sanggup untukmenikah,berpuasalah,karena ssungguhnya puasa tersebut sebagaipenahannya ” (Hadist)
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatuperbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)
Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaankarena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangankarena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaanmengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…
Maka cintailah ia dengan keikhlasan 
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?

…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…

“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab ra.)
Cinta Dalam Diam..
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya...
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu...
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ...
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ...
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...
ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah
karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata ...
hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?
dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...
jika dia memang bukan milikmu, pastilah Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu
dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia
antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
** Sebagaimana KAU pun memberi cinta-MU dan memelihara setiap makhluk-MU,
karenanya aku tahu KAU tak kan membiarkanku mencintai sesuatu yg bukan untukku dan mencintai
sesuatu yg bukan karena-MU **
karena sungguh … cintaMu terlalu indah untuk diduakan...
karena cintaMu terlalu suci untuk dinodai…
Sesuatu itu bernama fitrah, tapi aku harapkan penjagaanMu padaku dari kepalsuan cinta yg selain
karenaMu…^_^

and the last (but not the least)


ungkapan hati mbak Nick Salsabilah, (maaf yah mbak aku copas tulisannya, it's so INCREDIBLE from me :) dan aku slalu kagum dengan untaian kalimat-kalimat indah yang lahir dari tangan halusmu, mbak...)

Mencintai Dalam Diam....



#Berpendar 1
Huufftt...kuhempaskan tubuh penatku di tepi kasur empuk kesayangan. Penat, lelah, padat, menghimpit...dan berjuta keletihan lain seraya menghampiri jiwa dan ragaku. Kuseka keringat dingin yang mengalir perlahan di balik jilbabku yang mulai terseok kesana-kemari. Rupanya aku benar-benar lelah kali ini. Masih segar dalam ingatan, betapa begitu cepat kuhabiskan waktu 24 jam yang telah disediakan oleh Allah secara gratis hari ini. Berawal dari jadwal ngampus yang cukup padat bagi mahasiswi ekstensi, jam ngajar yang bejibun, jadwal membimbing privat, kuliah malam berikut serangkaian oral test bahasa asing, belum rapat-rapat yang menaikkan adrenalin.
Pyuuhh,,semua itu terkadang membuatku ingin terkapar sesaat dan menghilang dari putaran waktu yang terus berlari cepat. Selalu ada saat-saat di mana tak ada ruang yang mampu mengalihkan penatku, juga ada waktu-waktu..di mana sayup-sayup melodi tak cukup untuk membangkitkan semangatku. I really feel tired and light without direction...
Maka di antara kepenatan itu lah kutemukan sebuah bayang. Berlari, melesat, memberi sedikit terpaan angin segar, dan menampar kepenatanku jauh ke dasar bumi. Ia ada di sana!! Ia masih di sana!! Membuatku menciptakan senyum kekaguman, membuatku menciptakan siluet-siluet harapan, dan membuatku ingin berteriak sesaat...bahwa "Aku mencintainya!"

#Berpendar 2
Ada begitu banyak alasan yang terkadang membuat kita tak ingin jujur. Ada begitu banyak alasan yang sesaat membuat kita hanya fokus pada seseorang yang bersinar di balik jeruji kesadaran diri. Namun tak membutuhkan sedikit pun alasan untuk memahami penyebab sebuah cinta hadir. Dia datang begitu saja tanpa kuminta. Dia masuk tanpa permisi meski aku tak membentangkan hati. Dan dia melindas sisi-sisi keangkuhanku tanpa banyak kata. Menakjubkan!! Dia berhasil membuatku mencintainya dan mengaguminya dari berbagai arah tanpa sanggup kubaca jedanya. Hari yang kulalui masih tetap penat dan padat seperti biasa...namun aku tak mengerti mengapa ada segaris senyum untuk menghadapinya. Oh Tuhan, mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta??
#Berpendar 3
Bukan karena mencintai seseorang kita akan menderita. Namun, ketika kita mengartikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan..maka itu lah penderitaan yang tercipta.
Aku telah memutuskan untuk mencintainya. Aku pun telah memutuskan untuk mengagumi sosoknya. Perlu waktu yang cukup lama untukku belajar, bahwa cintaku juga harus bahagia. Maka aku akan menciptakan atmosfir kebahagiaan itu seorang diri, tanpa membutuhkan kehadiran orang yang kucintai...juga tanpa membutuhkan  balasan perasaan yang sama darinya. Karena aku pun telah memutuskan...untuk mencintainya dalam diam. Dan dalam diam itu akan kusampaikan secara perlahan =tiap-tiap gejolak yang kurasakan= melalui hempasan angin, kicauan beburung, canda ilalang, deburan ombak, butiran debu, laju awan, butiran hujan, sapaan senja, kerlingan ufuk, dan sentuhan embun [semua akan kukisahkan padanya lewat semesta dengan segala kepasrahan...].
#Cahaya dalam tiap-tiap #pendar# yang tercipta....
Aneh rasanya, ketika harus menulis untuk sesuatu yang tak pernah mampu kutuliskan, kulukiskan, juga kuteriakkan...
Namun catatan ini akan tetap kupersembahkan dalam diam...(seperti cintaku yang juga alpa akan suara..namun terus berpendar di tiap sudutnya)....teruntuk sahabat-sahabatku yang juga tengah meredam letupan cintanya..sekali lagi...dalam diam! Tuhan, pendarkanlah selalu cintaku ini...sesuai mau Mu...


Subhanallah, sungguh indah untaian-untaian kalimat yang lahir dari jiwa-jiwa pecinta di atas, aku kagum dan akan selalu kagum dengan mereka yang mencinta dalam diam, yang mejandikan cinta setinggi-tingginya hanya untuk ALLAH SWT,

*Aku kan selalu mencintainya dan mencintaiMu yang telah menciptakannya dengan sempurna, dalam bingkai indahnya Iman dan Ikhlas, yang senantiasa engkau titipkan dalam sanubari kehidupan cintaku" 



6 comments:

  1. Cinta dalam diam..

    Ketika hidup penuh dengan hingar bingar, hiruk pikuk para pelaku kehidupan.. suatu hari, suatu saat, ternyata kita sangat butuh untuk diam. Ya, menemukan intisari kehidupan lain dalam diam. Tentang Kebenaran dan Cinta

    Aan Sopiyan

    ReplyDelete
  2. Cinta dalam diam,

    ku temukan cintaku, dan ku taruh ia jauh di dalam relung hatiku, dalam diam dalam indahnya kesucian cinta. karena dalam diam nya cintaku, ku temukan kebahagiaan yang sesungguhnya sebelum kulangkahkan kakiku ke tempat terindah di sisi cintaku yang lebih agung...

    ReplyDelete
  3. subhanallah .. bagus bgt tulisannya .. ^_^

    ReplyDelete
  4. subhanallah...
    iyah mmg, keren banget kan...
    saya aja sampe mikir,
    *why, it's so difficult too describe it...*
    oo....

    ReplyDelete
  5. nice...nice....
    ketika kita memilih sebuah cinta dalam keheningan..(diam)...maka bukan berati kita tengah menyerah dan mengacuhkan kehadiran cinta...
    Namun pada hakikatnya,,kita justru tengah memperjuangkan cinta tersebut agar terus berjalan sesuai konsep mahakaryaNya...^^

    KEEP WRITING....

    ReplyDelete
  6. iyah mbak Nick, setuju Banget ! :D

    CINTA tak selamanya harus diungkapkan dalam untaian kalimat indah, dalam diam pun, cinta akan berbalas lebih INDAH.
    Sang Maha Pemberi Cinta sudah menetapkan itu semua..

    Makasih mbak Nick, for inspirating.
    keep writing, dan salam ukhuwah forever.hhe..

    oiah, royaltinya nyusul yah...hhe :p

    ReplyDelete

There was an error in this gadget

-Blog Of Friendship-

Photobucket

Followers