Thursday, May 5, 2011

Ibu penjual nasi

Di suatu pinggiran kota, Seorang wanita tua yang betubuh gemuk, yang dengan murahnya menebar senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk sembari buru-buru menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi menggerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Mereka makan dengan lahapnya. Tentu Bagi mereka menu dan rasa bukan jadi soal. Yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah dan bisa menghentikan jeritan perut yang sudah tak sabar ingin di isi.

Hampir-hampir mustahil ada orang yang jualan dengan menawarkan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? “Tanya seorang lelaki”. Dan Wanita itu hanya terkekeh menjawab, “hehehe.. Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun” ujarnya merendah. Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit? Sekali lagi ia terkekeh. “hehehe.. Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?” katanya sambil menunjukkan para lelaki yang masih saja asik dengan santapan di depan matanya.

Ah! Betapa cantiknya,”gumam lelaki itu”, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah pekerjaan. Hanya Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam hidup ini: menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama. Baik itu untuk keluarga, karyawan, atau orang-orang yang kita cintai.

Ohh betapa indah nya hidup dalam berbuat baik. :)
 *cerita ini mengingatkankan saya pada sosok sederhana, baik hati luar biasa pada setiap orang yang tiada tandingannya, yang juga 'penjual nasi' di level yang sedikit agak tinggi. Di kampus politeknik negeri ujung pandang. IBU saya :)

I miss you so much...:D

Love,
-nay-

8 comments:

  1. terima kasih buat kak andhyka yang dah dengan ikhlas aku copas ceritanya :)

    ReplyDelete
  2. wahh.. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Suka ^^ dengan kata2nya, wa. Hehe

    ReplyDelete
  3. bagus, masih ada ya orang baik dimuka bumi.. hehehe

    ReplyDelete
  4. kak maya : subhanallah kak. saya juga suka skali dengan kalimat tersebut, mengalir lembut begitu saja dari mulut seorang anak yang begitu menyayangi ibunya,

    share our knowledge :
    iyah, alhamdulillah yah :)

    ReplyDelete
  5. Sepakat dengan kang Andy. Kadang keindahan yang sibuk kita cari muncul dari sebuah sikap sederhana.. :)

    ReplyDelete
  6. wah wah :D alhamdulillah kalo ceritanya memberi motivasi dan pelajaran berharga tentang kesedrhanaan kepada kita semua :D

    smoga indahnya kesederhanaan dari cinta kasih seorang ibu membuat kita semakin sayang kepada ibu kita :)

    ReplyDelete
  7. wah postingan yang menarik...
    oya gan kalo boleh saya mau tukeran link..ini link saya
    http://blog.umy.ac.id/ghea
    kalo sudah terpasang kabarin yh gan..makasih.. :D

    ReplyDelete

There was an error in this gadget

-Blog Of Friendship-

Photobucket

Followers